|
tentang-pernikahan.com – Nurcahyo Adikusumo, pengasuh Acara Titik Terang di ANTV yang akrab
disapa mas Nur mengungkapkan Rahasia Jodoh. Menurutnya jodoh bukan
datang karena adanya persamaan semata, justeru perbedaan akan semakin
terlihat jelas pada saat menikah. Perbedaan adalah rahmat, jika terjadi
kesepakatan secara terus menerus. Untuk itu dituntut tidak hanya saling
memberi dan menerima, tetapi juga pada saat melakukan perubahan dan
menerima perubahan pada pasangan hidup ke arah yang lebih baik. Berikut
penuturannya kepada reporter PARAS Windya Novita.
* Bagaimana pandangan mas Nur mengenai konsep Jodoh ?
Jodoh pada dasarnya bukan sekedar bertemu, merasa cocok sesuai dengan
idaman yang diimpikan maka terjadilah pernikahan. Konsep jodoh
sebenarnya soulmate (belahan jiwa). Seseorang mengatakan cinta, hanya
kepada saat memberi dan menerima. Namun sering dilupakan orang dalam
konsep jodoh, yaitu saat melakukan perubahan dan saat menerima
perubahan. Kita seringkali melihat jodoh hanya dari sisi kesamaannya
saja, justeru pada saat kita mendapat jodoh, perbedaan semakin terlihat.
Pada saat menikah seseorang dituntut untuk mampu saling berbagi, mengisi
dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik terhadap pasangan
hidupnya. Pada saat mencari jodoh sering melihat secara fisik saja, hal
ini mendorong seseorang mencari pasangan hidup sesuai dengan apa yang
diidamkan. Orang menikah sebaiknya terkonsep bukan sekedar mencari
keturunan semata tapi lebih untuk meningkatkaan amal ibadah.
* Ketika Allah menentukan jodoh manusia, apakah si A harus berjodoh
dengan si B atau kita sendiri yang menentukan pilihannya ?
Pada dasarnya perkawinan berbeda dengan jodoh. Perkawinan terjadi
komitmen antara Allah, dirinya dan sesamanya (pasangan), tapi kalau
jodoh belum terjadi komitmen besar antara makna keluarga itu sendiri.
Sebaiknya soulmate jangan kepada satu orang, karena jika soulmate-nya
banyak berarti silaturrahminya baik. Sebab jika silaturrahminya baik
akan jauh lebih mudah menciptakan hubungan untuk membangun perkawinan
yang lebih baik. Yang dikatakan soulmate karena adanya kesamaan, saling
mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing. Setiap orang bisa
berjodoh dengan siapa saja, tidak harus si A dengan si B, namun jika
sudah atas kehendak ALLAH, menjadikannya suatu kepastian.
Pada dasarnya kita yang menentukan jodoh kita sendiri, tentunya dengan
ridha dari Allah. Jika ada orang yang sudah mendaftarkan ke KUA namun
ALLAH tidak meridhai, pernikahannya dapat saja batal. Yang menjadi
persoalannya seringkali orang tidak melihat apakah soulmate ini
merupakan kehendak Allah atau kehendaknya sendiri. Persoalannya lebih
kepada sejauh mana ikhtiar kita dalam berbagi dengan soulmate. Kita
tidak boleh menilai seseorang lebih dahulu dan jangan memberikan
kesimpulannya dahulu sebelum mendapat ridha Allah. Untuk itu kita
sebagai hamba Allah sebaiknya berikhtiar lebih banyak lagi dengan
kapasitas yang ada.
* Jika seseorang bisa berjodoh dengan siapa saja, jadi memungkinkan
seseorang untuk melakukan Poligami ?
Soulmate tidak hanya berlaku kepada suami isteri, tapi bisa kepada semua
orang. Didalam suatu perusahaan diperlukan soulmate agar terjadi
kerjasama yang baik. Soulmate tidak harus menikah sebab untuk menikah
diperlukan komitmen. Jadi seseorang bisa ber-soulmate dengan siapapun,
nanti pernikahan tergantung komitmen. Banyak orang didasari oleh nafsu
yang berlebihan karena memiliki tendensi macam-macam sehingga melakukan
poligami. Lain sekali dengan konsep Rasulullah SAW, beliau menikah bukan
karena hawa nafsu tapi karena fitrahnya harus berbagi dan berbagi dan
menolong kepada umatnya.
* Lalu bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga ?
Suami istri pada dasarnya dijodohkan bukan karena persamaannya tapi
justeru karena perbedaannya. Dengan adanya perbedaan dengan suami dan
isteri maka akan dapat saling mengisi, saling memberi, saling menerima
dan saling melakukan perubahan serta saling melakukan pertumbuhan. Semua
ini dijalankan saja dulu, jika nantinya berseberangan kemudian terjadi
kesepakatan terus menerus maka itulah rahmat. Pada dasarnya suami isteri
berjodoh bukan karena cocok dan seirama tapi karena kita bisa mengisi
suasana dikala kita sedang sedih dan gembira, dia punya waktu untuk
bertoleransi dengan kita. Sehingga ada sesuatu yang terisi dalam jiwa
kita.
* Mengapa sekarang ini terjadi pergeseran usia pernikahan, dulu pada
usia belasan tahun seseorang sudah menikah tapi sekarang banyak yang
menikah pada usia matang ?
Saya tidak setuju ungkapan tersebut. Bukan karena kurang keberaniannya
seseorang belum menikah, saya sangat tidak setuju ukuran usia dijadikan
problem. Di usia berapapun menikah tidaklah jadi soal, karena Allah
melihat bukan karena dari usianya saat menikah, namun lebih kepada
amalan dan perbuatan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam
perkawinannya.
Menikah muda baik dan menikah di usia matang juga baik tidak sekedar
untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah tapi juga mampu
totalitas dan bertanggung jawab terhadap pernikahan itu sendiri.
* Apa yang menjadi penyebab wanita terlambat memperoleh jodoh ?
Bisa karena traumatik di masa lalunya sehingga mendorongnya takut
melangkah ke masa depan. Saya melihat wanita sekarang ini bukan sekedar
cerdas dan pintar tapi mampu melihat lingkungan sekitarnya. Saya melihat
wanita saat ini mengambil keputusan untuk menikah bukan karena
pertimbangan umur tapi karena lebih mewaspadai apa yang harus dilakukan
dalam satu komitmen diri. Godaan hidup di kota besar begitu berat.
Misalnya sudah dapat seseorang yang baik, tetapi jika ada yang lebih
baik lagi maka akan timbul suatu keraguan. Jadi orang masih ragu atas
pilihannya sendiri jika bertemu yang lebih baik atau lebih ganteng.
* Bagaimana kalau persoalannya jodohnya itu sendiri yang tak kunjung
datang ?
Faktor utama yang paling besar, kita lebih banyak mengambil hak
prerogatif Allah dari sisi keputusan apapun. Gagal dalam membina
hubungan, bukan karena Allah tidak memberikan jodohnya mungkin itu bukan
yang terbaik untuk dirinya. Banyak orang berandai-andai lebih banyak
ketimbang memberikan keputusan dahulu. Kalau belum ada pasangan, tetap
harus memposisikan diri untuk siap. Tetap optimis dan tidak berputus asa
dalam mempersiapkan diri menuju pernikahan.
TIPS DARI NURCAHYO DALAM MENCARI JODOH
1. Jangan jadikan traumatik masa lalu sebagai patokan sehingga tidak
memberikan solusi ke arah yang lebih baik.
2. Jika belum memiliki pasangan hidup kita tetap harus memposisikan
untuk siap dan berani menanggung segala resikonya
dalam membina hubungan rumah tangga.
3. Jangan pernah mengharapkan seseorang untuk jadi seperti yang kita
harapkan tapi lebih melihat bagaimana kita menempatkan diri kita
terhadap orang lain.
4. Jika kita ingin mendapatkan jodoh maka kita harus berkonsentrasi
bukan kepada mana yang harus dipilih tapi berkonsentrasi dengan
melakukan perubahan diri
ke arah yang lebih baik.
5. Tidak perlu mengkhawatirkan usia, di usia berapapun menikah baik jika
kita mau mempertanggung jawabkan pernikahan kita terhadap Allah dan
terhadap
pasangan.
6. Carilah soulmate sebanyak-banyaknya agar silaturrahminya baik
7. Teruslah berdo’a karena do’a merupakan proposal kita terhadap Allah,
jangan pernah berprasangka buruk terhadap Allah.
8. Jangan pernah menilai, memberi label dan kesimpulan kepada seseorang
karena jodoh atas ridha Allah semata, manusia hanya wajib berikhtiar
tapi Allah yang menentukan segalanya. |
Agustus 8, 2008 pukul 3:38 pm |
Jika kita melihat seorang wanita dan rasa sayang yg timbul itu seperti rasa sayang kita kepada saudara laki2 dan bapa kita,juga setiap kali kita melihat dia seperti kita melihat diri kita sendiri itulah seorang wanita yg sungguh patut dipinang sebagai pendamping hidup,karena bebas dari ,rekayasa akal,hati serta nafsu hewani!.
Salam
Agustus 8, 2008 pukul 3:53 pm |
Konsentrasi itu rasanya tertutup,pasrah itu rasanya terbuka,jika menghendaki jodoh yg bersemayam didalam diri itu keluar lalu ketemu dan jumbuh dengan yang ada diluar diri sehingga menjadi sebuah keNyataan,yah lakunya cuma sekedar pasrah,menerima dan terbuka………………:)